
"Akhirnya aku menemukan mu, wahai pohon Morai."
"ARION!"
Sosok yang sedang menatap pohon suci di depannya lantas berbalik, menemukan sang kakak yang membawa tongkat kesetiaannya.
"Lihatlah siapa yang datang," ucapnya dengan senyum licik.
"Kau seharusnya tidak disini."
"Mengapa? Apakah kau takut posisimu sebagai Raja Orenda akan tergeser?"
"Tentu tidak, aku lebih takut kehilangan mu."
"Pembohong!"
"Percayalah padaku wahai adikku satu-satunya, pohon itu tidak bisa dipakai untuk sembarang orang."
"Aku bukan sembarang orang, wahai Raja Orenda yang terhormat."
"Tetap saja kau tidak boleh mendekati pohon itu walaupun kau keturunan Orenda murni!"
"Keinginanku untuk segera menjadi Raja menggantikanmu tidak akan bisa dihentikan."
"ARION JANGAN!"
Terlambat, dengan teknik teleportasi, lelaki berbadan besar itu telah berdiri tepat di depan pohon itu. Diletakkan tangannya diantara akar-akar pohon dan mengucap kata terlarang.
"WAHAI POHON MORAI YANG SUCI, KETURUNAN KETIGA BELAS ORENDA TELAH DATANG UNTUK MERUBAH NASIBNYA MENJADI RAJA SATU-SATUNYA."
Angin bertiup sangat kencang, tanah bergetar kemudian amblas, membuat lelaki yang berteriak tadi jatuh ke dalam perut bumi.
Nicon, sang kakak yang menyaksikan kejadian itu menahan gerakannya untuk menolong sang adik. Kata terlarang telah diucapkan sang adik yang pada akhirnya membawa malapetaka. Pohon Morai itu benar-benar bukan pohon sembarangan, hanya keturunan Orenda yang mempunyai keinginan untuk mengubah hal baik lah yang akan diterima, berbanding terbalik jika ia mempunyai niat jahat, sang pohon dapat mengetahuinya lalu mengurungnya di perut bumi.
Keturunan murni Orenda terakhir itu akan selamanya di perut bumi, dia tidak sendiri, ada keturunan Orenda lainnya yang terkurung di dalamnya turut menyambut kedatangannya. Dan ia melihat sang paman yang hilang beberapa tahun yang lalu ada disana dan ikut menyambutnya.
"Selamat datang wahai keturunan Orenda ketiga belas, selalu, dalam angka ganjik setiap siklus 3 purnama sekali, pasti ia akan menjadi jahat dan ambisius, lalu masuk ke dalam sini."
Komentar
Posting Komentar